Rasulullah bersabda,
“Barang siapa yang selamat dari tiga hal, maka sesungguhnya dia selamat; Kematianku, Dajjal dan pembunuhan terhadap khalifah yang sabar dengan kebenaran dan menyampaikannya."
Pembunuhan terhadap khalifah yang sabar yang dimaksud adalah Utsman bin Affan.
Ia merupakan Khulafaur Rasyidin dengan masa kekuasaan terlama. Sama seperti dua pendahulunya, 'Utsman termasuk sahabat utama Nabi Muhammad. Pernikahannya dengan dua putri Nabi Muhammad membuatnya mendapat julukan Dzun Nurain (pemilik dua cahaya).
Nasab
Utsman dilahirkan lima tahun setelah tahun Gajah, di Thaif. Ayahnya bernama Affan bin Abi al-'Ash , dari bani Umayyah, dan ibunya bernama Arwa binti Kurayz , dari Abd-shams , dua suku Quraish yang kaya dan terpandang di Mekah. Neneknya bernama Ummu Hakim, Baidha binti Abdul Muthalib, bibi Rasulullah. Utsman memiliki satu saudara perempuan, Aminah. Ia tercatat sebagai salah satu dari 22 orang Mekah yang bisa menulis.
Islam
Sekembalinya dari perjalanan ke Syam, Utsman mengetahui tentang Nabi Muhammad. Setelah berdiskusi dengan Abu Bakar, Utsman masuk Islam, dan menjadi salah seorang yang paling awal memeluk Islam.
Hijrah ke Habasyiah
Utsman dan istrinya, Ruqayyah, bermigrasi ke Habasyiah (Ethiopia), bersama sepuluh pria dan tiga wanita. Sejumlah Muslim bergabung dengan mereka kemudian. Menyusul gencarnya tekanan kafir Quraisy.
Hijrah ke Madinah
Utsman dan istrinya, Ruqayyah, berada di kelompok ketiga yang bermigrasi ke Madinah. Utsman tinggal bersama Abu Talhah bin Tsabit sebelum pindah ke rumah yang ia beli.
Ketika Ali menikahi Fatimah, Utsman membeli tameng Ali seharga lima ratus dirham. Utsman mempersembahkan baju besi kepada Ali sebagai hadiah pernikahan.
Perjanjian Hudaibiyah
Utsman menjadi utusan Nabi Muhammad kepada Kafir Quraisy tahun 6 H. Beliau menjelaskan tujuan kedatangan Nabi Muhammad saw ke Makkah bukan untuk berperang. Umat Islam datang untuk ibadah haji. Ketika Utsman bin Affan di Makkah, tersebar berita bahwa ia dibunuh. Akibat berita itu, Nabi Muhammad memerintahkan umat Islam berbaiat sumpah setia untuk membelanya. Peristiwa tersebut dikenal dengan Baiatur-Ridwan.
Khalifah Abu Bakar
Utsman bertindak sebagai penasihat dimasa khalifah Abu Bakar. Di ranjang kematiannya, Abu Bakar mendiktekan keinginannya kepada Utsman, dan mengatakan bahwa penggantinya adalah Umar.
Keluarga
Diantaranya:
-Ruqayyah binti Rasulullah SAW. Darinya Utsman memiliki anak bernama Abdullah yang meninggal pada usia 6 tahun. Saat perang Badar, Ruqayyah sakit. Karenanya Utsman tidak ikut berperang untuk merawat Ruqayyah, yang akhirnya meninggal di penghujung pertempuran tersebut.
-Ummu Kultsum binti Rasulullah SAW. Darinya Utsman tidak memperoleh keturunan. Ummu Kultsum wafat pada 9 H.
-Nailah binti Al-Farafishah, yang melahirkan Maryam. Nailah berasal dari keluarga Nasrani Kufah dan berislam melalui Aisyah Ummul Mu'minin. Saat pemberontak menyerang 'Utsman, Nailah berusaha melindunginya dari tebasan pedang yang menyebabkan jari tangannya putus.
Sifat dan keutamaan
-Utsman bin Affan termasuk sepuluh orang sahabat yang dijamin masuk surga.
-Anggota syura, yang ketika Rasulullah wafat beliau meridhai 6 orang ini.
-Salah seorang khalifah al-mahdiyin, yang diperintahkan untuk mengikuti sunahnya.
Utsman seorang yang rupawan, lembut, mempunyai janggut dan rambut lebat, berperawakan sedang, mempunyai tulang persendirian yang besar, berbahu bidang, bentuk mulutnya bagus, berdahi lebar, dan telapak kakinya juga lebar.
Ia terkenal dengan akhlaknya yang mulia, sangat pemalu, dermawan, dan terhormat.
Kebijakan Utsman
-Membeli Sumur Arumah.
-Menyatukan dan menjadikan mushaf standar untuk menghindari perselisihan pembacaan dan pembelajaran Al-Qur'an.
-Membentuk dan memperkuat armada laut.
-Memperluas penyebaran islam.
-Mendanai Jaisy Al-‘Usrah.
-Bersabar dan melarang para Sahabat untuk memerangi para pendemo dan pemberontak, sehingga tidak ada pertumpahan darah karenanya.
=>
"Fitnah pembunuhan Utsman berkaitan erat dengan fitnah Dajjal akhir zaman. Pendemo, pengepung dan pembunuh Utsman adalah generasi yang tak sempat merasakan lingkungan Kenabian, menerima Islam dari orang tua layaknya warisan."
At-Talid Wath-Tharif.
Dr. Abu Bakar Adni Al-Masyhur.
Menjadi Khalifah
Utsman memegang Khilafah lewat syura yang telah ditunjuk Umar bin Khattab sebelum kematiannya. Sebagai perwakilan Ahli Syura, Abdurrahman bin Auf menunggu tiga hari untuk meminta pendapat Muhajirin dan Anshar mengenai pembaiatan Utsman. Setelah mendapat keputusan, Abdurrahman membaiat Utsman, disusul oleh Ali, lalu semua penduduk Madinah membaiat khalifah terpilih ini.
Perluasan daerah di masa Utsman
Diantaranya:
-Armenia, dipimpin oleh Salman bin Rabi'ah.
-Afrika (Tunisia), Tripoli (Libia) dipimpin oleh Abdullah bin Sa'ad.
-Azerbaijan, dipimpin oleh Walid bin Uqbah.
-Kepulauan Cyprus, dipimpin oleh Muawiyah bin
Abi Sofyan yang kemudian merambah hingga Konstatinopel, Turki, serta negeri Balkan (Yugoslavia dan Polandia).
Demo dan pembunuhan
Rakyat berburuk sangka terhadap kepemimpinan Utsman sebab kebijakannya mengangkat keluarga dalam pemerintahan. Sementara dirinya bersikap lembut dan tidak tegas terhadap kesalahan. Sedangkan para Gubernur Bani Umayyah tidak efisien, suka menindas dan menyalah-gunakan harta Baitul Mal. Hal ini diperburuk dengan berita bohong yang disebar Abdullah bin Saba atau Ibnu Sauda dengan ajakan pelengseran Utsman atas nama para sahabat mulia.
Berdatanganlah para pendemo dari Mesir. Karena akan pergi, Ali menunjuk dua orang putranya dengan senjata menjaga rumah Utsman, bersama Sahabat lainnya. Dari al-Waqidi menyebutkan, pengepungan Utsman terjadi selama empat puluh sembilan hari. Rumah Utsman dihujani anak panah. Hasan bin Ali ikut terluka. Beberapa orang menyelinap dari atap rumah salah satu Anshar dan memasuki rumah Utsman, sehingga tidak ada satupun orang di sekitar Utsman yang mengetahui. Hanya Istri Utsman yang ada di dekatnya. Muhammad bin Abu Bakar, yang termakan provokasi, sempat memegang janggut Utsman. Utsman berkata,
"Wahai putra saudaraku, jika ayahmu tahu posisimu sekarang, ia akan malu."
Mendengar ini, Muhammad bin Abu Bakar gemetar. Dia keluar menangis karena menyadari kekeliruannya. Utsman yang tengah berpuasa menyibukkan diri dengan Alquran. Para pemberontak tidak surut. Mereka menyabetkan pedang ke tubuhnya dan Al-Quran dipangkuannya berlumuran darah.
Sikap Ali
Sebelum pembunuhan Utsman, Ali mengirimkan bantuan dengan membawakan air dan makanan, karena para pemberontak menutup akses air.
Dari Abu Jafar Al-Anshari, "Aku mengabari Ali yang sedang di mesjid, tentang pembunuhan Utsman. Ia menjawab:
"Mereka akan celaka selamanya."
Abul-Aliyah meriwayatkan, "Ali masuk melihat jenazah Utsman, ia menangis sambil menelungkupinya, hingga orang-orang mengira ia akan ikut menyusulnya."
Fitnah Pembunuhan Utsman
Utsman meriwayatkan 146 hadits dari Rasulullah Saw.
Imam Ahmad dari Aisyah, Rasulullah Saw bersabda:
“Wahai Utsman, Allah akan memakaikanmu pakaian khalifah, dan jika orang-orang munafik ingin merenggutnya, jangan lepaskan.”
Ibnu Asakir dari Anas, Nabi Saw bersabda:
"Pedang Allah selalu dalam sarungnya selama Utsman hidup. Bila ia dibunuh, pedang itu akan terhunus dan tak pernah tersarungkan kembali"
Dari Huzaifah:
"Fitnah pertama, terbunuhnya Utsman. Yang terakhir munculnya Dajjal. Demi Allah yang jiwaku ditangan-Nya, tidak mati seorang pun yang merasa senang atas kematian Utsman, kecuali pasti mengikuti Dajjal pada masanya. Bila tidak, maka ia akan beriman kepada Dajjal di dalam kuburnya."
Wafat
Beliau meninggal pada usia 83 tahun hari Jumat tanggal 12/18 Dzulhijjah 35 H ketika sedang membaca al Qur’an. Kalimat terakhir yang keluar dari mulutnya:
"Ya Allah satukan Ummat Muhammad"
12 hari setelah kejadian itu, Ali di baiat menjadi Khalifah.
Sumber:
At-Talid Wath-Tharif.
Dr. As-Sayyid Abu Bakr Adni Al-Masyhur
Terjemah Tarikh Khulafa
https://youtu.be/nArW9QKeXiw
https://kisahmuslim.com/4066-keutamaan-utsman-bin-affan.html
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Utsman_bin_'Affan
http://kholilatilkhas.blogspot.com/2015/04/usman-bin-affan.html?m=1
https://www.dream.co.id/jejak/kisah-sumur-raumah-dan-kemurahan-hati-sahabat-nabi-1508193.html
https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/17/10/08/oxi1z6396-ketika-utsman-mendanai-jaisy-alusrah
https://abumuhammadblog.wordpress.com/2013/02/05/fitnah-terbunuhnya-utsman-bin-affan-radhiyallahu-anhu-menjawab-kerancuan-1/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar