Kamis, 19 Desember 2019

Al-Faqih Al-Muqaddam

Akhir Dzul hijjah tahun 653 H

=> https://youtu.be/A6rJ494dZPw

Dibanyak daerah, terutama dilingkungan para habaib, Tareqah Alawiyyah dijadikan sebagai acuan dan panduan dalam kehidupan sehari-hari. Dan tareqah ini berasal dari Al-Faqihil Muqaddam.

Al-Faqih Al-Muqaddam adalah julukan yang ditujukan kepada Imam Muhammad bin Ali bin bin Muhammad Shohib Mirbath. Beliau dilahirkan pada tahun 574 H di Tarim, Hadramaut, Yaman. Ia adalah putera satu-satunya dari Ali bin Muhammad Shahib Mirbath yang menurunkan 75 leluhur dan sesepuh semua kaum Alawiyyin yang berada di Asia Tenggara. Gelar ini disematkan kepada beliau dikarenakan keutamaan ilmunya, khususnya Fiqh dan Tasawwuf.

Silsilah

Muhammad (Al-Faqih Al-Muqaddam) bin Ali bin Muhammad Shohib Marbath bin Ali Khali’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Imam Al-Muhajir Ahmad bin Isa bin Muhammad bin Ali Al-Uraidhi bin Ja’far As-Shodiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zaenal Abidin bin Husain  bin Ali Kwh suami  Fatimah putri Rasulullah SAW.

Pernikahan

Al-Faqih menikah dengan Sayyidah Zainab binti Ahmad bin Muhammad Shohib Marbath dan dikaruniai beberapa orang anak antara lain: 1. Sayyid Alwi Al-Ghayyur 2. Sayyid Abdullah 3. Sayyid Abdurrahman 4. Sayyid Ali 5. Sayyid Ahmad

Keluarga

Al-Faqih semasa hidupnya adalah suri tauladan bagi para pendidik. Dengan arahan dan perhatiannya, penduduk  hadhramaut, khususnya kota Tarim, hidup dengan meneladani Nabi Muhammad SAW, tidak ketinggalan keluarga dan kerabatnya. Istri Al-Faqih, Sayyidah Zainab yang paling banyak menerima didikan Al-Faqih baik secara umum ataupun khusus. Beliau di juluki ibu kaum miskin, sebagaimana istri nabi Muhammad Saw, Zainab dijuluki dengan julukan serupa, karena beliau sangat sering bersedekah kepada fuqara dan masakin.

Bahkan beliau, terpilih sebagai penerus aktifitas yang dulu dilakukan oleh Al-Faqih. Al-Faqihlah yang memilih beliau sebab keteguhan tekad, kesiapan serta kehandalannya. Para murid Al-Faqih mendatangi beliau untuk meminta petunjuk, pendapat, atau bertabarruk. Beliau mengatur pengeluaran Ribath (pesantren) yang dibangun oleh suaminya, juga sangat perhatian dalam hal pendidikan putra-putri Al-Faqih, menyuruh mereka untuk selalu melaksanakan ketaatan kepada Allah SWT, dan menununjukkan kepada mereka hal-hal yang bermanfaat bagi agama dan dunia. Sebab pendidikan yang mulia ini putra-putri Al-Faqih berbudi pekerti luhur.

Guru

Diantara guru Al-Faqihil Muqaddam adalah Al-Imam Al-Faqih Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Ubaid, pengarang kitab Al-Ikmal Ala At-Tanbih.
Salah seorang gurunya lagi, Al-Imam Al-Allamah Al-Faqih Abul Hasan Ali bin Ahmad bin Salim BaMarwan Al-Hadhrami At-Tarimi. Beliau adalah pemuka ulama di kota Tarim, mengatakan, bahwa Al-Faqihil Muqaddam menguasai ilmu fiqih sebagaimana halnya al-Allamah Muhammad bin Hasan bin Furak al-Syafi'i yang wafat tahun 406 Hijriah.

Sanad

Dalam mengambil sanad keilmuan dan thariqahnya, Al-Faqih mengambil dari dua jalur. Dia mengambil dari orang tua dan pamannya, orang tua dan pamannya mengambil dari kakeknya, dan terus sambung-menyambung hingga Rasulullah SAW. Adapun jalur yang kedua, dia mengambil dari seorang ulama besar dan pemuka sufi, yaitu Asy-Syeikh Abu Madyan Syu’aib (dengan perantaraan murid beliau) Kemudian Asy-Syeikh Abu Madyan mengambil dari gurunya, gurunya mengambil dari gurunya, dan terus sambung-menyambung sampai kepada Rasulullah SAW.

Murid

Al-Faqih Al-Muqaddam, banyak menghasilkan  ulama besar di jamannya. Paling utama diantaranya adalah Asy-Syeikh Abdullah bin Muhammad ‘Abbad dan Asy-Syeikh Sa’id bin Umar Balhaf.

Karomah

Dan karunia Allah yang besar kepada Al-Faqih adalah akan selalu ada ulama dan sholihin dari keturunan beliau sampai hari kiamat.

Wafat

Imam al-Faqih al-Muqaddam Muhammad bin Ali, wafat di kota Tarim pada malam jum’at
akhir Dzul hijjah tahun 653 H.

Sumber:

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Muhammad_al-Faqih_Muqaddam?fbclid=IwAR2193nczd5Ss9lMzzvIq-lheQtI_Zpeajvn0N0oD3fsiQlc-TjVQlj8A4Q

https://youtu.be/Nh-MBzJZ2WA

https://youtu.be/MHxnMy_8Vaw


Tidak ada komentar:

Posting Komentar