Jumat, 27 Desember 2019

Ali bin Abi Thalib

١٩/٢١ رمضان ٤٠ هي

Para Sayyid, Syarif atau Habib yang biasa kita dengar sekarang, merupakan keturunan Nabi Saw melalui anak beliau Fatimah yang menikah dengan Ali.
Rasulullah saw bersabda: 
"Allah menciptakan keturunan setiap Nabi dari tulang sulbinya sendiri, tapi Allah menciptakan keturunanku dari sulbi Ali bin Abi Thalib"

Kelahiran

Ali dilahirkan di Mekkah, pada tanggal 13 Rajab. Menurut sejarawan, Ali dilahirkan 10 tahun sebelum kenabian Muhammad, atau 23 tahun sebelum hijrah. Ia dilahirkan di dalam Ka'bah.

Orang tua

Ayah Ali bernama Abu Thalib bin Abdul Muttalib bin Hasyim. Pemimpin Bani Hasyim dan salah satu pelindung utama Nabi Muhammad.
Ibunya bernama Fatimah binti Asad bin Hasyim. Perempuan yang sangat disayangi Nabi Saw layaknya ibu sendiri. Ketika meninggal, Rasulullah yang memasukkannya kedalam kubur dan berbaring sejenak didalamnya.

Kehidupan Awal

Kelahiran Ali memberi hiburan bagi Nabi. Uzur dan faqirnya Abu Thalib memberi kesempatan bagi Nabi dan Khadijah mengasuh Ali. Ketika Nabi Muhammad menerima wahyu, Ali termasuk lelaki pertama yang beriman dan orang ke 2 yang sholat dengan Nabi Saw bersama Khadijah. Ali berusia 10 tahun. Sebagai anak asuh, ia berkesempatan selalu dekat dengan Nabi. Didikan Nabi dalam semua aspek zahir dan batin menggembleng Ali menjadi pemuda cerdas, berani dan bijak.

Hijrah

Dimalam hijrah, Nabi Saw memerintahkan Ali untuk tidur di kamar Nabi untuk mengelabui kafir Quraisy, dan Ali diminta untuk mengembalikan barang-barang yang sebelumnya dititipkan orang-orang Quraisy kepada Nabi Saw. Ali menampakkan kesan bahwa Nabi yang sedang tidur. Sehingga menjelang pagi barulah mereka sadar bahwa Ali menggantikan Nabi. Setelah melaksanakan tugasnya, Ali berangkat hijrah ke Madinah mengawal para wanita dari keluaga Nabi Saw.

Pernikahan

Di Madinah, Ali menikahi Fatimah, putri Nabi Muhammad Saw ditahun ke 2 hijriyah. Ali tidak menikah dengan wanita lain ketika bersama Fatimah. Dengan Fatimah, Ali memiliki 5 anak. Zainab, Ummu Kultsum, Hasan dan Husain serta Muhsin yang meninggal waktu kecil.
Setelah wafat Fatimah, Ali menikahi beberapa wanita. Diantaranya:
-Fatimah binti Hizam. Juga dikenal dengan Ummul-Banin. Berasal dari Bani Kilab.
-Asma binti Umais. Sebelum dengan Ali, Asma telah menikah dua kali. Suami pertamanya adalah Ja'far bin Abi Thalib. Suami keduanya adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq.
-Umamah binti Abil Ash. Ibunya adalah Zainab, kakak Fatimah. Ali mengawininya atas wasiat dari Fatimah.
-Khaulah binti Ja'far dari Bani Hanifah, yang melahirkan Muhammad bin al-Hanafiyah.

Keturunan

Banyak keturunan Ali yang terbunuh dalam Perang Karbala. Mereka yang masih ada saat ini merupakan keturunan Hasan dan Husain, anak dari Fatimah, Abbas, anak dari Ummul Banin, dan Muhammad bin al-Hanafiyah, anak dari Khaulah. Yang terkenal dari keturunan Ibnul Hanafiyah adalah Syekh Abdul Wahhab Assyarani 973 H/ 1565 M.

=>

As-Sayyid Dr Abu Bakr Adni Al-Masyhur dalam bukunya At-Talid Wath-Tharif:
"Siapa yang tak mencintai dan membela Rasulullah dan Keluarganya ia akan memilih orang-orang kafir dan fasik untuk dibela"

Julukan

Imam Bukhari meriwayatkan:
"Nama yang paling disukai Ali adalah Abu Turab dan ia senang dipanggil dengannya. Julukan ini diberikan oleh Rasulullah. Suatu hari Ali marah kepada Fatimah. Ali keluar rumah dan duduk bersandar di dinding mesjid. Kemudian datanglah Rasulullah Saw dan melihat pundak Ali penuh debu. Karena itu beliau membersihkannya sambil berkata: "Bangunlah Abu Turab!"

Pertempuran

Hampir semua peperangan dia ikuti kecuali perang Tabuk (9 H) karena mewakili Nabi Muhammad untuk menjaga kota Madinah. Dalam perang Badar (2 H) semua sepakat dia menjadi bintang pertempuran di usia sekitar 25 tahun. Perang Khandaq atau Al-Ahzab (5 H) juga menjadi saksi nyata. Sebelum perang Amr bin Abdi Wud menantang duel. Ali yang maju menghadapinya. Tak perlu lama, dengan satu tebasan, Amr bin Abdi Wud terbelah dua. Demikian pula perang Khaibar (7 H). Ali menjebol pintu benteng dan dibawa sebagai tameng. Setelah pasukan Muslim menang dan Ali meletakkan pintu tersebut, terlihat delapan orang berusaha memindahkannya tetapi tidak mampu.

Menjadi Khalifah

Berita bohong yang disebarkan seorang Yahudi, Abdullah bin Saba atau yang terkenal dengan Ibnu Sauda berhasil menggerakkan pendemo menuju Madinah. Bahkan menyebabkan terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan. Hal ini mengakibatkan kegentingan di seluruh dunia Islam yang waktu itu membentang sampai ke Persia dan Afrika Utara. Pemberontakan yang telah menguasai Madinah, membuat ummat Islam tidak mempunyai pilihan lain kecuali menjadikan Ali satu-satunya Khalifah dan dibaiat secara massal, karena khalifah sebelumnya dipilih melalui cara yang berbeda-beda.

 Perang Saudara

Atas dasar hasutan penyerahan pembunuh Khalifah Utsman bin Affan, terjadilah perang Jamal di Basrah 36 H. Ali mesti dihadapkan kepada para sahabat mulia. Zubair bin Awwam, Talhah bin Ubaidillah, dan Ummul Mu'minin Aisyah binti Abu Bakar. Namun akhirnya Aisyah mengakui kebenaran Ali karena mendengar gonggongan anjing-anjing di oase Hauab. Aisyah teringat sabda Nabi Saw:

"Bagaimana bila salah satu dari kalian (istri-istri Nabi Saw) digonggongi anjing-anjing Hauab?"

Dengan alasan yang sama, perang Shiffin 37 H terjadi. Ali berhadapan dengan Muawiyah bin Abi Sufyan dan Amr bin Ash. Kebenaran Ali lagi-lagi terbukti. Dengan keberadaan Ammar bin Yaser yang gugur dalam pasukan Ali. Karena Rasulullah SAW pernah bersabda:

"Ammar akan dibunuh kelompok pembangkang"

Banyak penghafal Quran yang berada dalam pasukan Ali. Tapi mereka sekadar menghafal, tidak memahami. Merasa tidak puas dengan keputusan damai perang Shiffin, mereka membelot. Para khawarij inilah yang Ali hadapi dalam perang Nahrawan 38 H. Ali bersujud syukur setelah mendapati Dzuts-Tsadyah tewas dalam pasukan Khawarij. Orang inilah yang menuduh Nabi Saw tidak adil dalam membagi ghanimah.

 Keutamaan

 Ali meriwayatkan dari Rasulullah Saw sebanyak 586 hadits.
 Imam Ahmad bin Hanbal berkata: "Tidak ada hadits yang meriwayatkan keutamaan seseorang melebihi keutamaan Ali bin Abi Talib"
 Imam Ath-Thabrani meriwayatkan dari Ummu Salamah, "Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, :

"Ali bersama al-Quran dan al-Quran selalu bersama Ali. Keduanya tidak akan berpisah hingga Haudh (telaga Nabi)"

 Wafat

Pada tanggal 17 Ramadan, di Masjid Kufah, Ali diserang seorang Khawarij bernama Abdurrahman bin Muljam dengan pedang pendek yang sudah diracun, saat ia sholat subuh. Ali meninggal dua hari kemudian pada tanggal 19 Ramadan 40 Hijriyah.

Sumber:

https://youtu.be/u2jkFzCC1vE

At-Talid Wath-Tharif
Dr. As-Sayyid Abu Bakar Adni Al-Masyhur

https://www.dictio.id/t/apa-yang-kamu-ketahui-tentang-perang-jamal/51209

https://islami.co/biografi-ali-bin-abi-thalib-lengkap/

Syaraful Muabbad An-Nabhani

Terjemah Tarikh Khulafa As-Suyuti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar