"Kami tidak akan menurunkanmu dan tidak memintamu untuk mundur. Siapa yang berani melengserkanmu bila Rasulullah sendiri memilihmu..?!"
Abdullah bin Abu Quhafah atau yang terkenal dengan Abu Bakar Ash-Shiddiq, merupakan As-Sabiqun Al-Awwalun, sahabat utama Nabi, dan khalifah pertama sepeninggal Nabi Saw. Melalui putrinya, 'Aisyah, Abu Bakar merupakan mertua Nabi Muhammad Saw. Bersama ketiga penerusnya, ditambah beberapa bulan Khilafah Hasan bin Ali, Abu Bakar termasuk Khulafaur Rasyidin.
Kehidupan awal
Abu Bakar lahir di Mekkah sekitar tahun 573 M, dua tahun lebih muda daripada Nabi Saw. Ia berasal dari keluarga kaya. Ayah Abu Bakar bernama Utsman bin Amir, panggilannya Abu Quhafah dan ibunya bernama Salma binti Sakhar panggilannya Ummul-Khair. Keduanya berasal dari Bani Taim.
Masa Muda dan ciri-ciri fisik
Meskipun Abu Quhafah masih hidup, Abu Bakar diakui sebagai pemimpin. Ia terpelajar, menulis dan membaca. Ia memiliki ingatan bagus dan pemahaman baik mengenai silsilah-asal usul suku Arab, sejarah dan politik mereka. Ia berkulit putih, bertubuh kurus, berambut lebat, dahinya muncul, dan mewarnai janggutnya dengan daun pacar dan katam.
Islam
Istrinya yang bernama Ummu Ruman dan semua anaknya menerima Islam. Islamnya Abu Bakar membuat banyak orang masuk Islam. Seperti Utsman bin Affan, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Sa'ad bin Abi Waqqas dan tokoh penting Islam lainnya. Ia membebaskan para budak dengan sebelumnya membeli mereka dari tuannya. Diantaranya adalah Bilal bin Rabah.
Gelar dan keutamaan
Ash-Shiddiq julukan Nabi Muhammad kepada Abu Bakar merupakan gelar yang paling melekat padanya. Peran Abu Bakr dalam hijrah (622 M) dan kesetiaannya diabadikan dalam Quran.
Imam ath-Thabrani meriwayatkan dari Musa bin Uqbah:
“Saya tidak menemukan yang pada dirinya, anak, cucu dan cicitnya hidup sezaman dengan Rasulullah di dalam Islam, kecuali keluarga ini: Abu Quhafah, Abu Bakar bin Abu Quhafah, Abdur Rahman bin Abu Bakar dan Atiq bin Abdur Rahman."
Hadits dari Abu Bakar
Imam Nawawi dalam At-Tahdzib berkata:
"Abu Bakar meriwayatkan hadits dari Rasulullah sebanyak seratus empat puluh dua hadits. Sedikitnya hadits yang diriwayatkan, padahal Abu Bakar sahabat yang paling lama menemani Rasulullah, dikarenakan dia meninggal tidak lama setelah Rasulullah, dan belum ada perhatian besar dari para tabiin untuk mendengarkan, mencari serta menghafalnya."
=>
Nabi Saw bersabda:
“Hendaknya kalian berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah Khulafa Ar-Rasyidin setelahku. Gigitlah dengan geraham."
Menjadi Khalifah
Ali Kwh meriwayatkan, Rasulullah ditanya tentang penggantinya kelak, beliau menjawab:
"Bila Abu Bakar, kalian mendapatkan pemimpin terpercaya, zuhud di dunia dan memilih akhirat. Jika Umar, ia pemimpin kuat dan terpercaya, tak ada yang membuatnya gentar membela Allah. Adapun Ali -kukira kalian tidak akan memilihnya- ia diberi petunjuk dan membawa kalian kejalan lurus."
Abu Bakar ditunjuk menjadi imam menggantikan Nabi Saw, ia juga paling tabah menghadapi wafatnya Nabi Saw. Sehingga banyak yang menganggap ini sebagai indikasi bahwa Abu Bakar akan menggantikan beliau Saw. Terpenting dari itu, Ali sendiri secara formal menyatakan kesetiaannya berbaiat kepada Abu Bakar dan dua khalifah setelahnya. Abu Bakar menjadi khalifah selama dua tahun empat bulan.
Keputusan penting dari Abu Bakar, diantaranya; tetap mengirim pasukan Usamah bin Zaid menghadapi Imperium Romawi, padahal baru dua hari Rasulullah Saw wafat, dan memerangi kaum murtaddin.
Fadak
Mengetahui kebijakan Rasulullah terhadap penduduk Khaibar, masyarakat Fadak juga berdamai dan rela memberikan setengah dari hasil bumi dan kekayaan mereka kepada Rasulullah. Ini murni milik Nabi Saw. Bersandar dari hadits:
"Kami para Nabi tidak mewariskan, yang kami tinggalkan adalah sedekah."
maka Abu Bakar memindahkan hasil Fadak untuk maslahat muslimin. Sebagai pewaris Nabi Saw, Fatimah, Ali, semua Ahlul Bait dan Istri-istri Nabi menerima keputusan ini dengan ridha dan tetap mengambil jatah mereka dari Baitul Mal.
Abu Bakar dan Ahlul Bait
Enam bulan setelah Rasulullah wafat, Fatimah meninggal menyusul ayahnya Saw. Abu Bakar menemui Ali. Dihadapan orang-orang dari Bani Hasyim, Ali menegaskan keterlambatannya berbaiat bukan karena mengingkari keutamaan Abu Bakar atau bahkan kecewa, tetapi karena mereka disibukkan dengan wafatnya Rasulullah ditambah sakitnya Fatimah yang akhirnya juga wafat. Ali berulang-kali menyebut posisinya sebagai kerabat Nabi, hingga membuat Abu Bakar menangis, dan berkata:
"Kerabat Rasulullah lebih ku cintai daripada keluargaku sendiri."
Pernyataan Ali dibuktikan dengan sikapnya. Setelah Ali dan semua Bani Hasyim membaiat Abu Bakar, ia selalu hadir berjamaah dan ikut musyawarah bersama Abu Bakar dalam mengatur urusan Muslimin.
Wafat
Menjelang wafat, Abu Bakar menuliskan pengangkatan Umar sebagai penggantinya, surat ini dibacakan di seluruh kawasan Islam, dan keputusan ini disetujui semua sahabat. Setelah 15 hari Abu Bakar sakit, akhirnya beliau wafat pada malam selasa 22 Jumadil Akhir 13 H (23 Agustus 634 M). Umar memimpin shalat jenazah dan ikut turun kedalam kubur Abu Bakar, bersama Thalhah, Utsman dan Abdurrahman bin Abu Bakar. Makamnya berada di samping Rasulullah Saw.
Sumber:
At-Talid Wath-Tharif, Dr. As-Sayyid Abu Bakr Adni Al-Masyhur
https://youtu.be/VOrnrdd1Yt0
https://youtu.be/R8rvWdS3wU4
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Abu_Bakar_Ash-Shiddiq
https://salafytobat.wordpress.com/tag/keutamaan-abu-bakar-ashidiq-pahlawan-islam-khalifah-islam/
https://muslim.or.id/8725-biografi-abu-bakar-ash-shiddiq.html
https://m.kiblat.net/2016/03/07/kebijakan-strategis-abu-bakar-as-shiddiq-1-pengiriman-pasukan-usamah-bin-zaid/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar